Monday, July 6, 2026
Wisata Palembang

Wisata Palembang Sumsel

Menjelajahi Pesona Palembang: Sriwijaya yang Tak Pernah Padam

Kalau bicara soal kota tua yang penuh sejarah dan kuliner bikin nagih, Palembang pasti masuk daftar utama. Ibu kota Sumatera Selatan ini punya daya tarik yang unik: perpaduan antara warisan Kerajaan Sriwijaya, kehidupan di tepi Sungai Musi, dan tentu saja pempek yang legendaris. Yuk, kita jalan-jalan virtual dulu ke kota pempek ini!

Jembatan Ampera: Ikon yang Melegenda

Pasti nggak afdal rasanya ke Palembang kalau belum foto-foto di Jembatan Ampera. Jembatan kebanggaan warga Palembang ini membentang di atas Sungai Musi. Dulu, bagian tengah jembatan ini bisa diangkat agar kapal besar bisa lewat, sayangnya sekarang sudah tidak berfungsi lagi. Tapi tetap, pemandangan Ampera saat senja atau malam hari dengan lampu warna-warni itu juara banget buat latar foto.

Sungai Musi: Jantung Kota dan Rekreasi Air

Sungai Musi bukan cuma pemandangan, tapi juga urat nadi kehidupan warga. Kamu bisa naik ketek (perahu motor kecil) menyusuri sungai. Sensasinya beda, lho. Dari sungai, kamu bisa lihat Jembatan Ampera dari sudut lain, juga deretan rumah panggung tradisional Palembang. Kalau mau lebih seru, coba river cruise malam hari sambil menikmati angin sungai dan gemerlap lampu kota.

Benteng Kuto Besik (BKB): Saksi Bisu Kejayaan

Tepat di tepi Sungai Musi, ada Benteng Kuto Besik yang megah. Dulunya ini pusat pemerintahan Kesultanan Palembang Darussalam. Sekarang, area sekitar benteng jadi tempat nongkrong favorit warga. Setiap akhir pekan, banyak acara seni dan kuliner di sini. Kamu bisa jalan-jalan santai, duduk di pinggir sungai, atau sekadar menikmati es krim sambil melihat kapal hilir mudik.

Museum Sultan Mahmud Badaruddin II: Belajar Sejarah

Buat yang penasaran dengan sejarah Palembang, mampirlah ke museum ini. Letaknya dekat dengan Benteng Kuto Besik. Di sini ada koleksi artefak Kesultanan Palembang, termasuk singgasana sultan, senjata tradisional, dan pakaian adat. Yang paling terkenal adalah Kain Songket Palembang yang tenunnya rumit dan indah banget.

Masjid Agung Palembang: Teduh dan Bersejarah

Masjid Agung Palembang atau Masjid Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo adalah masjid tertua di Sumatera Selatan. Arsitekturnya perpaduan gaya Melayu, Tiongkok, dan Eropa. Suasana di dalamnya adem banget, cocok buat melepas penat setelah seharian jalan-jalan. Jangan lupa mampir juga ke area sekitar masjid, ada pasar tradisional yang jual oleh-oleh khas Palembang.

Pulau Kemaro: Legenda Cinta dan Pagoda

Kalau kamu pengin sesuatu yang beda, coba deh seberang ke Pulau Kemaro. Pulau kecil di tengah Sungai Musi ini terkenal dengan legenda cinta Putri Dayang Merindu dan pangeran Tiongkok. Di sini ada pagoda sembilan lantai yang cantik, apalagi saat perayaan Cap Go Meh. Pulau ini juga jadi tempat ritual keagamaan bagi komunitas Tionghoa Palembang.

Wisata Kuliner: Dari Pempek sampai Malbi

Nah, ini yang paling ditunggu-tunggu. Kalau ke Palembang, wajib hukumnya cobain:

Pempek: Ada banyak varian: kapal selam, lenjer, adaan, kulit, dan keriting. Makan sama cuko (kuah asam pedas manis) yang bikin mata melek. Tempat legendaris: Pempek Fajar, Pempek Saga Sari, atau Pempek 27 Ilir.

Tekwan: Sup ikan dengan bola-bola kecil mirip bakso, ditambah bihun dan jamur. Segar banget.

Model: Variasi tekwan tapi pakai tahu goreng isi adonan ikan.

Pindang Patin: Ikan patin dimasak kuah kuning asam pedas. Makin enak dimakan sama nasi hangat.

Malbi: Daging sapi rebus dengan bumbu rempah khas Palembang, mirip semur tapi lebih kaya rasa.

Kue-kue tradisional: Seperti bolu kojo, kue lapan jam, dan srikaya. Buat oleh-oleh, jangan lupa beli kemplang (kerupuk ikan) dan songket Palembang.

Tips Berwisata ke Palembang

1. Transportasi: Palembang punya LRT yang nyaman. Tapi untuk menjangkau tempat wisata, ojek online atau sewa mobil lebih praktis.
2. Waktu terbaik: Pagi atau sore hari untuk menghindari panas. Malam hari juga asyik buat kuliner.
3. Akomodasi: Banyak hotel dari budget sampai mewah di pusat kota.

Penutup

Palembang bukan sekadar kota pempek. Ia adalah bukti hidup bahwa peradaban besar bisa menyisakan warisan berupa cerita, bangunan, dan rasa yang tak lekang oleh waktu. Dari tepian Musi, denting sejarah Sriwijaya masih terasa. Jadi, kapan kamu mampir ke Bumi Sriwijaya?

Selamat berlibur dan jangan lupa bawa pulang oleh-oleh! 🚤🍜

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.