Wisata Kuliner Malam Di Palembang
Wisata Kuliner Malam di Palembang: Surga Rasa yang Tak Pernah Tidur
Kalau ngomongin Palembang, yang langsung terlintas pasti pempek. Tapi jangan salah, kota pempek ini punya daya tarik lain yang bikin lidah bergoyang, apalagi kalau malam hari. Wisata kuliner malam di Palembang itu benar-benar petualangan rasa yang sayang banget dilewatkan. Suasana hangat, lampu temaram, dan aroma makanan yang menggoda dari berbagai sudut jalan bikin perut langsung keroncongan.
Mulai dari Ikonik: Pempek Malam Hari
Meskipun pempek bisa ditemukan kapan saja, ada sensasi berbeda saat menikmatinya malam-malam. Coba deh mampir ke kawasan 16 Ilir atau sekitar Jalan Merdeka. Di sana, banyak pedagang pempek yang buka sampai larut. Pempek lenjer, kapal selam, atau adaan hangat-hangat dicocol kuah cuko yang pedas, manis, dan asam. Dijamin, rasanya makin mantap apalagi ditemani malam Palembang yang sejuk. Kadang sambil ngobrol santai, penjualnya cerita soal resep turun-temurun—bikin makan jadi terasa lebih akrab.
Tekwan dan Model: Si Mangkok Hangat Pengganjal Perut
Kalau pengen yang berkuah, coba cari tekwan atau model. Tekwan itu bakso ikan khas Palembang dengan kuah bening yang gurih, biasanya ditambah bihun, jamur, dan taburan bawang goreng. Nah, model mirip tekwan tapi isinya lebih kaya, ada tahu, udang, atau sumsum. Malam hari, semangkuk tekwan atau model panas bisa jadi teman setia sambil menikmati angin malam. Banyak warung di pinggir jalan, misalnya di daerah Bukit Kecil atau Pasar 16, yang menjualnya dengan harga ramah di kantong.
Mie Celor: Mie Lembut dalam Kuah Santan
Pernah dengar mie celor? Ini mie khas Palembang yang direbus sebentar, lalu disiram kuah santan kental dan ebi. Rasanya gurih, sedikit manis, dan wangi. Biasanya disajikan dengan telur rebus, tauge, dan irisan daun bawang. Malam hari, porsi mie celor yang hangat benar-benar mengenyangkan. Tempat favorit banyak orang ada di Jalan Rajawali atau kawasan Kuto Besak. Cobain, dijamin ketagihan.
Jajanan Pinggir Jalan: Tahu Isi dan Pindang Patin
Buat yang suka jajanan ringan, tahu isi Palembang wajib dicoba. Tahu kuning besar digoreng, lalu diisi campuran tauge dan bumbu, dimakan sambil dicocol sambal petis atau saus kacang. Biasanya dijajakan di gerobak malam hari, mirip gorengan tapi beda di isiannya. Rasanya gurih dan crunchy cocok untuk teman ngobrol.
Kalau lapar berat, cari rumah makan yang buka hingga malam, banyak yang menawarkan pindang patin. Ikan patin dimasak dengan kuah asam pedas khas Sumatra Selatan, dengan rasa segar dan sedikit pedas. Biasanya dimakan dengan nasi hangat dan sambal. Lokasi pindang patin bisa ditemukan di sekitar Jalan Demang Lebar Daun atau kawasan 24 Ilir.
Atmosfer Malam: Lebih dari Sekadar Makan
Wisata kuliner malam di Palembang bukan cuma soal rasa, tapi juga suasananya. Malam hari di sepanjang tepian Sungai Musi, misalnya kawasan Benteng Kuto Besak (BKB), banyak pedagang kaki lima dengan kursi plastik dan meja kecil. Di sini kamu bisa menikmati makanan sambil melihat indahnya Jembatan Ampera yang berkilauan. Kadang ada live music akustik, atau sekadar suara gemericik air sungai yang menenangkan.
Jangan lupa cicip es kacang merah atau es campur sebagai penutup. Banyak penjual minuman segar yang mangkal di dekat area ini. Segarnya es campur dengan campuran alpukat, cincau, dan susu kental manis jadi pelepas dahaga setelah puas makan.
Tips untuk Wisatawan
Kalau kamu pertama kali mencoba wisata kuliner malam di Palembang, saran saya datangi area 16 Ilir, Jalan Rajawali, atau sekitar BKB setelah pukul 7 malam. Bawa uang tunai, karena banyak pedagang yang belum menerima QRIS. Siapkan perut agak kosong, karena godaan makanannya banyak. Dan jangan takut coba-coba—siapa tahu ketemu menu favorit baru.
Palembang di malam hari memang beda. Suasananya santai, penuh tawa, dan makanan berlimpah. Jadi, kalau mampir ke sini, jangan buru-buru tidur. Malam Palembang adalah pesta rasa yang tiada habisnya. Selamat berburu kuliner!
