EKSKLUSIF: 15 Tahun Mati Suri, Seniman Sumsel Pilih Promosi Karya di Medsos PAL…

EKSKLUSIF: 15 Tahun Mati Suri, Seniman Sumsel Pilih Promosi Karya di Medsos

PALEMBANG – Lima belas tahun menanti taman budaya didirikan di Sumsel membuat seniman di daerah ini seperti mati suri. Karya mereka hanya bisa disimpan di rumah. Tidak ada tempat untuk dipamerkan. Seorang seniman asal Hungaria, Ester Tari terkejut saat mengetahui kota metropolis sebesar ini belum memiliki taman budaya. Padahal, ia berencana akan membuat pameran di sini.

Selama lima belas tahun itu pula mereka terus mencari jalan keluar. Pemerintah seperti tak peduli. Kunjungan perwakilan Kementerian Budaya dan Pariwisata September 2014 lalu juga sia-sia. Pemerintah belum menyiapkan lahan untuk didirikan taman budaya.

Tidak ingin berharap banyak lagi pada pemerintah, Marta Astra bersama teman-teman seniman Palembang mulai menggunakan media sosial untuk mempublikasikan karya para pelukis. Mulai dari facebook pribadi hingga membuat website.

Hasilnya enam lukisan mulai dieskpos melalui website Balai Seroja. Harapannya dapat memacu semangat para pelukis untuk kembali berkarya. Tidak hanya itu, mereka juga tengah mempersiapkan galeri permanen. Galeri ini dinamakan Balai Seroja.

Siang itu, Sabtu (14/2) dua orang pekerja nampak sibuk memasang conblock di halaman rumah. Seorang pria berkaus putih seksama memperhatikan tukang tersebut. Dari dalam rumah seorang ibu menggandeng anak perempuan. Di tangannya memegang kanvas putih yang biasa digunakan untuk melukis.

Sudah satu bulan ini rumah berlantai dua di Jalan Seroja Palembang diramaikan oleh aktivitas melukis. Empat anak secara khusus belajar di sana. Pengajarnya merupakan seniman asli Palembang yang memiliki niat untuk mengembangkan seni rupa Sumsel.

“Rumah ini akan kita jadikan art space untuk kawan-kawan seniman di Sumsel. Kita namakan rumah seni Balai Seroja,” ujar Marta Astra, Ketua Balai Seroja.
(Sumber: tribun sumsel)
(Gambar: pusat kebudayaan Sumbar yang mulai akan dibangun tahun 2015)

Bagaimana nasib Kesenian asli sumsel di masa depan seperti dulmuluk, tari gending Sriwijaya, tari tanggai, wayang palembang, tembang batanghari sembilan dll?

EKSKLUSIF: 15 Tahun Mati Suri, Seniman Sumsel Pilih Promosi Karya di Medsos PAL…
Rate this post

users rated 5 / 5 based on 14

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *