Saturday, October 10, 2026
Wisata Palembang

Wisata Kuliner Khas Palembang

Wisata Kuliner Khas Palembang: Lebih dari Sekadar Pempek

Kalau bicara soal Palembang, pasti yang langsung terbayang adalah Jembatan Ampera dan sungai Musi yang legendaris. Tapi, jangan lupa, kota ini juga surganya para pecinta kuliner. Wisata ke Palembang rasanya belum lengkap kalau belum mencicipi makanan khasnya yang bikin lidah bergoyang. Yuk, kita jalan-jalan ke dapur Palembang!

Pempek: Si Legendaris yang Mendunia

Siapa sih yang nggak kenal pempek? Makanan berbahan dasar ikan dan sagu ini sudah jadi ikon kuliner Sumatera Selatan. Tapi, tahukah kamu kalau di Palembang sendiri ada puluhan jenis pempek? Mulai dari pempek kapal selam (isi telur), lenjer, adaan, keriting, kulit, hingga pistel. Masing-masing punya tekstur dan cita rasa yang unik.

Yang bikin pempek makin spesial adalah kuah cukonya. Hitam, asam, manis, pedas, dan sedikit aroma udang. Kombinasi pempek hangat dengan cuka dingin itu benar-benar ledakan rasa. Kalau ke Palembang, jangan lupa mampir ke pempek classic seperti Pempek Dempo, Pempek Candy, atau Pempek Ibu Rindu. Tapi saran saya, coba juga pempek dari pinggir jalan yang digoreng dadakan—rasanya nggak kalah juara!

Tekwan: Sup Ikan yang Bikin Nagih

Kalau bosan dengan gorengan, cobalah tekwan. Mirip dengan pempek, tapi disajikan dalam bentuk sup. Tekwan terbuat dari adonan ikan dan sagu yang dibentuk bulat-bulat kecil, lalu direbus. Biasanya disajikan dengan kuah kaldu udang yang gurih, jamur kuping, brokoli, dan taburan bawang goreng.

Rasanya ringan, segar, dan bikin perut hangat. Cocok banget dimakan pas cuaca Palembang yang panas atau lagi hujan. Tekwan paling enak dinikmati dengan sambel dan sedikit kecap asin. Saya pribadi suka tekwan di Tekwan H. A. Gani atau Tekwan Lidah Buaya—namanya unik, rasanya juara!

Model: Si Mie Jumbo Khas Palembang

Model mungkin terdengar seperti nama pakaian, tapi ini adalah mie khas Palembang yang ukurannya jumbo. Mie-nya tebal, kenyal, dan biasanya dimasak dengan kuah santan kuning yang kental dan gurih. Isinya lengkap: tahu, telur rebus, udang, dan taburan bawang goreng.

Saking besarnya, satu porsi model bisa bikin kenyang setengah hari. Apalagi kalau ditambah sambel dan perasan jeruk nipis. Model paling terkenal ada di Model Ratu, dekat Masjid Agung. Tempatnya sederhana, tapi antreannya selalu panjang.

Mie Celor: Sarapan Wajib di Palembang

Ini dia mie yang bikin orang rela bangun pagi. Mie Celor adalah mie kuning tebal yang disiram kuah santan kental bercampur kaldu udang. Rasanya gurih, creamy, dan sedikit manis. Biasanya ditambah tauge, telur rebus, udang, dan bawang goreng.

Yang unik, mie celor paling enak dinikmati di tempat yang legendaris, seperti Mie Celor 26 Ilir atau Mie Celor H. Syukur. Tempatnya biasa, tapi rasa luar biasa. Saya sarankan pesan satu porsi saja, karena porsinya besar banget.

Pindang Patin: Kuliner Berkuah Asam Pedas

Buat pencinta pedas, jangan lewatkan pindang patin. Ikan patin dimasak dengan kuah asam pedas yang segar. Biasanya bumbunya campuran bawang, kunyit, serai, dan cabai. Ikan patinnya lembut, hampir tanpa duri, jadi aman untuk anak-anak.

Pindang patin enak disantap dengan nasi hangat dan sambal terasi. Kalau mau sensasi beda, coba pindang patin di Rumah Makan Pondok Patin atau RM. Sri Melayu. Di sana, kuahnya bisa kamu minta tambah—gratis!

Dessert: Es Kacang Merah dan Kue Srikayo

Setelah puas dengan gurih dan pedas, giliran pencuci mulut. Es kacang merah Palembang beda dari es teler biasa. Kacang merahnya empuk, ditambah susu kental manis, es serut, dan kadang pacar cina. Segar banget diminum siang hari.

Jangan lupa juga kue srikayo—kue tradisional berbahan dasar telur, gula, dan santan yang dikukus. Rasanya legit, mirip fla atau custard. Biasanya disajikan dengan ketan hitam. Cocok buat oleh-oleh.

Tips Wisata Kuliner Palembang

1. Datang pagi untuk tekwan atau mie celor karena biasanya habis siang.
2. Coba pempek dari beberapa tempat—rasa dan teksturnya beda-beda.
3. Jangan takut makan di pinggir jalan, justru di sanalah rasa autentiknya.
4. Beli oleh-oleh: pempek beku, kemplang, atau srikayo di Pasar 16 Ilir atau pusat oleh-oleh.

Palembang memang tidak pernah kehabisan cerita soal kuliner. Setiap sudut kota punya aroma dan rasa yang menggoda. Jadi, kalau kamu traveling ke sana, siap-siap perut melar dan dompet tipis—tapi hati pasti senang!

Selamat menikmati Palembang dari piring-piring penuh kenikmatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.