Pemprov Sumsel berencana melepas aset ke swasta
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel berencana melepas belasan aset yang saat ini di- gunakan sebagai Icantor dinas atau badan. Menunit Kepala Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya (PU CK) Sumsel, Eddy Hermanto, lahan dan gedung tersebut nantinya tidak akan digunakan pemerintah, namun bisa dimanfaatkan pihak swasta.
“Pemprov Sumsel berencana memanfaatkan lahan milik Sumsel yang tak dimanfaatkan secara maksimal, dengan menyewakannya ke swasta,” ujarnya, Rabu (25/3). la mengatakan, lahan dan aset tersebut bisa dialihfungsingkan oleh swasta. Seperti hotel, rumah sakit, perkantoran atau pusat per• belanjaan. Seperti Balai Latihan Kerja .1() di Kenten yang akan dibangun rumah sakit berkapasitas 1000 kamar. Menurut Eddy, lahan di sana seluas 14,4 hektar dan sudah ada swasta yang berminat.
Contoh lain kantor BP- 3MDSumsel di Jalan Jenderal Sudirman KM 4 Palembang, tepatnya di samping flyover. Pemprov Sumsel menawarkan swasta membangun rumah sakit atau gedung tinggi untuk perkantoran. Tak hanya itu, kantor Dinas Perkebunan, Dinas Koperasi, kantor Badan Ketahanan Pangan, eks Emaldi Bahar dan lainnya juga akan dialihfungsikan.
“Semua milik Pemprov yang penggunaanya tak maksimal akan dimanfaatkan lagi,” ucapnya. Metode yang ditawarkan adalah Built Operate and lkansfer (BO1), atau Bangun Serah dan Guna berjangka sekitar 30 tahun.
Pelepasan kantor dinas
atau badan di Pemprov Sumsel itu sejalan dengan rencana renovasi kantor gubemur di Jalan Kapten A Rivai Palembang. Pemprov mendirikan dua buah gedung tower 20 lantai agar menampung seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Eddy mengaku pihaknya baru cari investor bila DED-nya selesai d ikerjakan. “Renca nanya bukan hanya dinasataubadan saja, tapi bank atau badan usaha negara lainnya bisa bergabung jadi satu. Kalau sudah begitu, kerja bisa lebih malcsimal lagi,” teraiSeljee taris Daerah (Sekda)un Mukti Sulaiman. (mg5)
