Cabut Subsidi Elpiji Tiga Kilo
Kementerian ESDM mulai Juni siap melakukan ujicoba pola pendistribusian Elpiji baru 3 Icilogram di Batam, Bali, dan Bangka, selanjutnya baru menyusul kota lain di Sumatera. Harga ‘si melon’ di daerah tersebut tidak lagi disubsidi atau sesuai harga keelconomian.
Pela ksana Tugas Dirjen Minyak dan Gas Bumi, Kementerian ESDM, IGN Wiratmaja Puja mengatakan, pemerintah sedang membuat sistem baru dalam penyaluran subsidi Elpiji 3 kg. ‘Opsinya banyak. Ada distribusi tertutup, di mana hanya orang yang mem ili ki kartu khusus yang boleh beli Elpiji subsidi, ada subsid i langsung dengan kartu khusus yang diberikan ke ma syarakat dan usaha mikro, ditransfer uang setiap bulannya,” kata Wiratmaja, Rabu (25/3) di Jakarta.
Adapun kisaran uang yang
diberikan nanti kepada ma-
syarakat Rp 45 ribu per bu-
lan. Pembayaran menggu-
nakan kartu sakti yang telah
dirancang oleh pemerintah.
Menanggapi hal tersebut
Pengamat Ekonomi dari
Universitas Tridinanti Palem-
bang, Prof Sulbahri menga-
takan, penghapusan subsidi
terhadap gas melon akan
membuat peredaran uang
lebih besar. “Besamya uang
yang beredar akan memicu
ujamya. Selain itu,
harga elpiji juga mengikuti
harga pasar, dan menyebab-
kan harga gas melon di pa-
saran akan relatif mahal.
“Otomatis gas harganya ma-
hal,” katanya. Menurut dia, masyarakat tidak butuh ban- tuan berupa uang. Karena berapa pun besar bantuan tersebut tidak akan bisa membantu masyarakat. “Masyarakat butuh lapangan pekerjaan bukan bantuan uang, katanya.
Sementara itu, Pemasaran PT Pertamina (Persero) Ahmad Bambang mengatakan, bila kebijakan ini berlaku di seluruh wilayah yang sudah dilakukan program konversi minyak tanah ke Elpiji 3 kg, maka tidak akan lagi ada isu kelangkaan Elpiji. “Tidak ada lagi pennainan agen, tidak ada lagi penimbunan atau penyelewengan Elpiji 3 Icg disuntik ke Elpiji 12 kg. Kami dukung kebijakan ini,” katanya seperti yang dikutidari detik.com (cr18)
