Sunday, July 5, 2026
Wisata Palembang

Jumlah Wisatawan Palembang 2013

Jumlah Wisatawan Palembang 2013: Mulai Naik Daun Sebelum Asian Games

Siapa bilang Palembang cuma terkenal karena pempek dan jembatan Ampera? Di tahun 2013, kota pempek ini mulai menunjukkan taringnya sebagai destinasi wisata yang patut diperhitungkan. Meskipun belum seramai sekarang—apalagi setelah Asian Games 2018—angka kunjungan wisatawan ke Palembang di tahun itu cukup bikin optimis.

Angkanya Lumayan Juga

Berdasarkan data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Selatan, sepanjang 2013 jumlah wisatawan yang berkunjung ke Palembang mencapai sekitar 1,2 juta orang. Rinciannya, mayoritas adalah wisatawan domestik yang mencapai angka 1,18 juta, sementara wisatawan mancanegara hanya sekitar 20 ribu. Memang masih kalah dibanding kota-kota besar lain seperti Bali atau Yogyakarta, tapi bagi Palembang, angka ini sudah menunjukkan peningkatan cukup signifikan dari tahun sebelumnya.

Yang menarik, wisatawan asing yang datang mayoritas berasal dari Malaysia, Singapura, dan China. Mereka biasanya datang untuk urusan bisnis sambil sekalian liburan. Maklum, Palembang memang belum sepopuler destinasi lain, tapi pesona Sungai Musi dan kuliner khasnya mulai dilirik.

Kenapa Tahun 2013 Istimewa?

Tahun 2013 bisa dibilang tahun transisi buat pariwisata Palembang. Beberapa faktor yang bikin kunjungan meningkat antara lain:

1. Perbaikan infrastruktur – Jalan-jalan mulai diperbaiki, bandara Sultan Mahmud Badaruddin II mulai diperluas. Meskipun belum selesai, tapi wisatawan mulai merasakan akses yang lebih mudah.

2. Event-event kecil tapi rutin – Festival Sriwijaya dan lomba perahu bidar mulai digencarkan. Acara ini sukses menarik perhatian wisatawan lokal, terutama dari Jakarta dan Bandung yang penasaran dengan budaya Sungai Musi.

3. Promosi yang lebih gencar – Pemkot mulai rajin ikut pameran pariwisata di dalam dan luar negeri. Meskipun budget terbatas, setidaknya nama Palembang mulai dikenal.

4. Kuliner naik kelas – Pempek mulai diekspor ke luar kota. Banyak wisatawan yang datang khusus untuk belajar bikin pempek atau hunting pempek legendaris seperti pempek Candy dan pempek Pak Raden.

Daya Tarik Utama Saat Itu

Jembatan Ampera masih jadi ikon utama. Tapi tahun 2013, wisatawan juga mulai melirik:

Benteng Kuto Besak – Mulai ramai dikunjungi, apalagi setelah ada acara musik dan pasar malam di sekitarnya.
Sungai Musi – Wisata susur sungai mulai populer. Banyak turis naik perahu motor keliling melihat pemukiman panggung dan Pulau Kemaro.
Museum Sultan Mahmud Badaruddin – Wisatawan sejarah betah berlama-lama di sini.
Pulau Kemaro – Tempat ini mulai viral di media sosial karena kisah cinta Putri Dayang Merindu. Banyak anak muda datang untuk foto-foto.

Tantangan yang Ada

Tentu saja nggak semuanya mulus. Tahun 2013 Palembang masih berjuang dengan beberapa masalah:

Akses transportasi umum masih terbatas. Angkutan sungai belum terintegrasi dengan baik.
Homestay dan hotel masih belum sebanyak sekarang. Akibatnya, harga kamar di hotel berbintang sering melonjak saat musim liburan.
Kebersihan sungai masih jadi PR besar. Sampah masih sering terlihat di sepanjang Musi, bikin wisatawan kadang kurang nyaman.

Meskipun begitu, semangat warga Palembang buat menyambut tamu patut diacungi jempol. Banyak warga lokal yang mulai membuka usaha kecil-kecilan seperti penyewaan perahu atau warung kuliner khas.

Pelajaran dari Tahun 2013

Kalau kita lihat ke belakang, tahun 2013 adalah titik awal kebangkitan pariwisata Palembang. Angka 1,2 juta mungkin terdengar kecil sekarang, tapi waktu itu rasanya luar biasa. Dari sinilah pemerintah daerah mulai serius mengembangkan sektor pariwisata sebagai salah satu andalan ekonomi.

Yang paling terasa adalah efek domino ke sektor lain. UMKM mulai bermunculan, lapangan kerja bertambah, dan yang paling penting, mulai muncul rasa percaya diri warga Palembang bahwa kotanya layak dikunjungi.

Penutup

Jadi, kalau sekarang Palembang ramai dengan turis yang datang buat foto di Jembatan Ampera atau belanja pempek oleh-oleh, ingatlah bahwa semua itu berawal dari tahun-tahun sebelumnya. Tahun 2013 adalah tahun di mana Palembang mulai “naik daun” sebagai kota wisata. Meskipun belum sempurna, tapi setidaknya langkah awal sudah diambil. Dan hasilnya, kita rasakan sampai sekarang.

Siapa tahu, tahun-tahun mendatang angka kunjungan ini bisa terus meroket. Tinggal bagaimana kita sebagai warga dan pemerintah sama-sama menjaga agar pesona Palembang nggak pudar. Setuju? 😊

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.