Kasus Penyelundupan BBM Ilegal

Satu dari tiga kapal lanker yang sempat diamankan Detase­men Intel Kodam II/Swj karena diduga menyimpan dan memuat minyak ilegal,

Kapal dengan lambung bertuliskan Eilcou Maru beru­lcuran 30×7 meter bermuatan 30 ton minyak mentah, disan­darkan ke Markas Ditpolairud Polda Sumsel pukul 13.00. Selain itu, ada juga satu kapal jukung. Dalam perjalanan dari Muara Sungsang (Bany­usin) ke Markas Ditpolairud yang terletak di Sungai Lias, Kalidoni setidaknya butuh waktu perjalanan selama tiga jam, dengan pengawalan ketat dari aparat Polda Sumsel dan personil TNI dari Kodarn 11 Sriwijaya.bu (25/3) diserahkan ke teskrimsus Polda Sumsel rsama 10 awak kapalnya. Sedangkan dua kapal lain­nya masih berada di perairan Nluara Sungsang (Banyusin) belum diserahkan dengan alasan kapal tangker tesebut rusak dan tidak menyimpan BBM.

Begitu sandar, polisi lang­sung melakukan pemeriksaan dan 10 awak kapal terdiri Anak Buah Kapal (ABK) dan Nahkoda, langsung dibawa ke Direktorat Reserse Krimi­nal Khusus (Ditreskrimsus)

Polda Sumsel untuk menjalani pemeriksaan.

Satu kapal yang diamankan ini berukuran besar ini. pada bagian depan terdapat pipa saluran yang menghubungkan ke kanal (panel) penyimpangan minyak yang ter­dapat di bagian lambung kapal sisi tengah yang diperkirakan bisa menampung 30 ton lebih minyak.

Sementara di Mapolda Sumsel, ke-10 awak kapal tersebut belum bisa dimintai keterangan oleh awak media. Saat awak kapal dijumpai di ruang Ditreskrimsus Polda Sumsel. penyidik justru mengarahkan wartawan bertanya ke Kabid Humas. Disisi lain, dari luar ruangan tampak sejumlah awak kapal sudah berada di kursi pemeriksaan dan menjawab per­ tanyaan dari penyidik.

Diteliti

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Djarod Padakova mengatakan, kasus dugaan pe­nyeludupan BBM ilegal sudah resmi ditangani Polda Sumsel, khusunsya oleh Ditreskrimsus. Begitu menerima pelimpahan kasus tersebut, Polda Sumsel melalui Subdit I langsung me­mintai keterangan 10 orang yang diamankan oleh Delasemen Intel Kodam

‘Dari hasil pemeriksaan, tiga daii 10 berstatuskan terduga kuat terltat dalam kasus BBM ilegal ini. Sementara tujuh sisanya masih kita ambil keterangan sebagai saksi,” kata Djarod.

Terkait jenis BBM, Djarod belum bisa memastikan jenisnya adalah minyak mentah. Menurutnya, BBM sebanyak 30 ton yang be­rada di tanker kapal masih harus diuji di Laboratorium Forensik Polda Sumsel.

Disinggung mengapa hanya

satu kapal yang dijadikan barang bukti, Djarod mengatakan. dua kapal lainnya tidak ditemukan BBM di bagian lankernya. Hal ini diketahui setelah penyidik mebkukan pemeriksaan langsung ke lokasi penangkapan yang be­rada di perairan Muara Sungsang Banyuasin. Terlebih, dua kapal yang ukuranya sama dengan kapal yang diamankan tersebut dalam keadaan rusak.

Dengan alasan kasus tersebut baru dilimpahkan oleh Detasemen Intel Kodam II Sriwijaya, Djarod mengaku belum mengetahui se­cara pasti asal BBM tersebut. termasuk akan dibawa kemana. Menurutnya, penyidik masih harus mengambil keterangan dari awak kapal yang sudah diamankan.

‘Berdasarkan berita acara. kapal tanker ini tidak memiliki izin mengangkut BBM. Informasi ini kita dapat dari penuturan rekan kita Detasemen Intel Kodam IV Swj,’ kata Ojarod. (cw6)

Kasus Penyelundupan BBM Ilegal
Rate this post

users rated 5 / 5 based on 27

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *