Kepolisian Gandeng Sekolah
Tingginya angka kriminalitas di kalangan pelajar, terlebih SMK yang terlibat tawuran memunculkan keresahan di masyarakat. Untuk mengantisipasi agar tidak terjadi tawuran, kepolisian menggandeng sekolah untuk sama-sama melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap siswa.
Kepala Bagian Psikolog Polda Sumsel AKBP Edya Kumia M.Psi psilcolog didampingi Kepala Satuan Pembinaan Masyarakat (Kasat Binmas) Pohesta Palembang, Kompol Oscar Heuza mengatakan, dari kunjungan dan sosialisasi ke sekolah yang rawan tawuran, aparat Polda Sumsel sengaja menggandeng, termasuk Dinas Pendidikan Pemuda danOlahraga (Disdikpora), Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPA1D) Kota Palembang.
Dengan cara tersebut, diharapkan bisa mengurangi aksi tawuran yang akan datang. “Pennasalahan kecil bisa menyulut pertengkaran individual yang berlanjut menjadi pekelahian massal. Tawuran telah menimbulkan korban tidak sedikit, bahkan ada yang sampai meninggal dunia,” ujarnya ket ika memberikan penjelasan terkait tawuran antar pelajar di hadapan guru dan siswa SMK se-Palembang di aula SMKN 2 Palembang, Rabu (25/3).
Ia menjelaskan, sepanjang 2014-2015 ini tingkat tawuran antar pelajar memang sudah menurun, kendati kasus yang ada hingga saat ini bukan tawuran antar-pelajar tawuran antar-suporter. Namun bukan berartisuasanasudah kondusif sepenuhnya.
“Harus diberi pengertian, dan itu merupakan usaha pencegahan dini. Makanya kita undang untuk SMK dengan mengirim utusan agar bisa menyampaikan kepada yang lain,” terangnya.
Lanjutnya, sosialisasi ini merupakan tindak lanjut dari keprihatinan terhadap pelajar yang terlibat tawuran, dan pihaknya berupaya untuk melakukan pembinaan moral remaja secara intensif di SMK Palembang,.
“Sosialisasi sangat tepat jika dihubungkan dengan latar belakang tawuran pelajar. Rendahnya moralitas remaja memiGki peran yangbesardalam melatarbelakangi tawuran pelajar. Dengan begini stinsana kenyaman bisa tercipta di lingkungan pendidikan,” urainya. (er9)
