Sunday, July 5, 2026
Wisata Palembang

Lantra Wisata Palembang

Pesona Lantra Wisata Palembang: Kota Seribu Cerita di Tepian Musi

Palembang bukan cuma soal pempek dan Jembatan Ampera. Di balik hiruk-pikuk kota tertua di Indonesia ini, ada sederet lantra—maksudnya landmark atau destinasi wisata—yang bikin siapa pun betah berlama-lama. Mulai dari jejak sejarah Sriwijaya hingga kuliner yang bikin nagih, yuk kita jalan-jalan virtual ke sudut-sudut Palembang yang wajib kamu kunjungi.

1. Jembatan Ampera: Ikon yang Tak Pernah Tidur

Siapa sih yang nggak kenal Jembatan Ampera? Di siang hari, jembatan merah raksasa ini jadi spot foto favorit. Tapi, keajaiban sebenarnya datang saat malam. Lampu-lampu warna-warni menghiasi struktur baja, sementara perahu-perahu kecil melintas di Sungai Musi. Kalau beruntung, kamu bisa naik klotok (perahu motor) untuk menikmati suasana malam sambil mendengar cerita rakyat dari tukang perahu. Jangan lupa mampir ke Taman Kambang Iwak di sebelah timur jembatan—tempat nongkrong kekinian dengan pemandangan langsung ke ikon kota.

2. Benteng Kuto Besak: Sak Bisu Kejayaan Kesultanan

Hanya beberapa langkah dari Jembatan Ampera, ada Benteng Kuto Besak (BKB). Benteng peninggalan Kesultanan Palembang Darussalam ini masih kokoh berdiri. Dindingnya yang tebal menyimpan sejarah perlawanan terhadap Belanda. Sekarang, BKB jadi pusat kegiatan warga—ada pentas seni, bazar kuliner, hingga latihan pencak silat setiap akhir pekan. Yang seru, dari sini kamu bisa naik peraja (perahu tradisional) menyusuri Sungai Musi sambil melihat kehidupan warga di kampung terapung.

3. Pulau Kemaro: Cinta, Legenda, dan Pagoda

Pulau kecil di tengah Sungai Musi ini punya kisah cinta legendaris antara putri China dan pangeran Palembang. Di sini berdiri Pagoda Hok Tjing Rio setinggi 70 meter—ikon budaya Tionghoa yang megah. Setiap tahun, saat Cap Go Meh, pulau ini dipenuhi ribuan lampion dan atraksi barongsai. Tapi kalau datang di hari biasa, suasananya tenang, cocok untuk meditasi atau sekadar menikmati angin sungai. Oh iya, jangan lupa mampir ke klenteng mini dan makam Putri Siti Fatimah (tokoh legenda).

4. Museum Sultan Mahmud Badaruddin II: Belajar Sejarah Sambil Instagramable

Museum yang berlokasi di bekas rumah dinas Gubernur Sumsel ini punya arsitektur khas Melayu dan kolonial. Di dalamnya tersimpan prasasti Sriwijaya, keris, dan pakaian adat. Tapi yang bikin anak muda betah adalah sudut-sudut estetiknya—dari tangga spiral, jendela kaca patri, hingga taman belakang yang asri. Tiket masuknya cuma Rp10.000, dan sering ada pameran temporer seperti batik atau fotografi.

5. Kuliner: Surga di Setiap Gigitan

Ngomongin Palembang nggak afdol tanpa nyicipin pempek. Tapi jangan coba pempek di pusat oleh-oleh saja. Coba mampir ke Pempek Saga Sudi Mampir di Jalan Demang Lebar Daun—teksturnya kenyal, cukonya asem pedas pas. Atau Pempek Candy yang terkenal dengan varian isi telur ikan gabus. Selain pempek, wajib cobain tekwan (sup ikan dengan bihun), pindang patin (ikan patin asam pedas), dan martabak HAR yang legendaris. Untuk oleh-oleh, kemplang (kerupuk ikan) dan sambal nanas bisa jadi pilihan.

6. Kampung Arab dan Kampung Kapitan: Wisata Sejarah Multikultur

Di sepanjang Sungai Musi, ada Kampung Arab dan Kampung Kapitan yang masih kental dengan budaya Arab dan Tionghoa. Di Kampung Arab, kamu bisa melihat Masjid Al-Mahmudiyah bergaya Timur Tengah, lalu lanjut ke Pasar 16 Ilir yang legendaris—pusat jual beli kain, rempah, dan emas. Sementara di Kampung Kapitan, ada klenteng tua dan rumah-rumah panggung kayu yang dihiasi ukiran naga. Jalan-jalan sore di sini bikin kita seperti kembali ke masa lalu.

Tips Berwisata ke Palembang

Transportasi: Naik transmusi (bus kota) atau bentor (becak motor) untuk jarak dekat. Jangan lupa download aplikasi ojek online yang sudah merambah Palembang.
Waktu terbaik: Mei-Juli (musim kemarau) atau saat Festival Sriwijaya (Juni) ada lomba perahu hias dan tari tradisional.
Bahasa: Warga Palembang ramah dan logatnya unik. Coba belajar beberapa kata seperti katek (tidak ada), galo (semua), atau cak (kakak).

Palembang memang kota yang penuh kontras—antara modernitas dan tradisi, antara hiruk-pikuk kota dan tenangnya sungai. Setiap sudutnya punya cerita, dan setiap ceritanya bikin kamu jatuh cinta. Jadi, kapan kamu mampir ke Bumi Sriwijaya? Pastikan kamera dan perut kosong, ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.