Masjid Cheng Hoo Perpaduan Palembang, Arab dan Cina

MASJID Cheng Hoo sudah menjadi salah satu tujuan beribadah bagi masyarakat Palembang. Selain ukuranya yang cukup megah, masjid yang dibuat oleh muslim dari keturunan Tionghoa ini memiliki struktur bangunan yang indah dan menawan hati. Tak kepalang tanggung, campuran berbagai budaya ada di arsitektur bangunan masjid ini.

masjid-muhammad-cheng-ho-palembang

Menurut salah satu pengurus Masjid Cheng Hoo, Ko Didi, ada beberapa budaya yang mempengaruhi arsitektur Masjid Cheng Hoo. Mulai dari budaya Palembang, Arab, hingga budaya Cina ada di masjid yang berlokasi di kawasan Pasar Induk Jakabaring Palembang ini. lni menunjukkan di Palembang ada masjid yang dibuat oleh warga Thionghoa yang menganut agama Islam.

Budaya Palembang menunjukkan masjid ini berlokasi di Palembang, budaya Arab melambangkan Islam, sedangkan budaya Cina menandakan masjid ini dibuat oleh warga Tionghoa. Sebab itulah mengapa ada tiga budaya yang mempengaruhi struktur masjid ini,” kata Didi, Sabtu (28/3).

Untuk budaya Palembang dan Cina, jelas Didi, bisa dilihat dari beragam ukiran yang ada di Masjid Cheng Hoo. Hanya saja, ukiransulciran ini didominasi oleh ukiran Cina. Kekhasan ukiran ini bisa dilihat di bagian dinding bagian dalam dan luar masjid.

Khusus budaya Arab, Didi mengatakan, bisa dilihat dari kubahnya. Ini menandakan agama Islam datang dari Arab. Sebab itu, nuansa Arab tak ditinggalkan oleh para pendiri Masjid Cheng Hoo.

Terkait budaya Palembang, masih kata Didi, memiliki makna lain selain menunjukan keberadaan lokasi masjid.

Penggunaan budaya Palembang dalam pembangu nan Masjid Cheng Hoo menunjukan bahwa Cheng Hoo dulunya pernah datang ke Palembang. Nama Cheng Hoo diambil dari seorang warga Tionghoa beragama Islam. la membawa agama Islam ke Palembang untuk warga keturunan.

Masjid Cheng Hoo memiliki menara tinggi di halamannya. TInggi menara ini mencapai 17 meter. Ada makna dibalik tinggi menara, yakni menandakan shalat lima waktu yang jumlah rakaatnya 17. Jadi, menara masjid menandakan jumlah rakaat shalat lima waktu sudah menjadi salah satu ibadah wajib bagi umat Islam.

“Di bagian menara terdapat segi lima. lni menandakan adanya rukttn Islam yang jumlahnya ada lima. Jadi, masjid ini dibuat dengan memperhatikan Islarn,” jekas Didi.(refly permana)

Masjid Cheng Hoo Perpaduan Palembang, Arab dan Cina
Rate this post

users rated 5 / 5 based on 30

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *