Suasana Lebaran di Palembang

Suasana Lebaran di Palembang – Rasa sedih karena berpisahnya Ramadhan sedikit tertutupi rasa senang menyambut Idul Fitri / Lebaran. Hari dimana bagi yang telah memanfaatkan bulan Ramadhan dengan sebaik-baiknya dengan sungguh-sungguh beribadah mengharapkan gelar taqwa di sisi Allah akhirnya pun tiba. Menjelang hari akhir-akhir Ramadhan ini suasana lebaran akan terlihat jelas di Palembang. Lalu bagaimana suasana lebaran umumnya di Kota Palembang.

217408_jembatan-ampera-sumatera-selatan_663_382

Berdasarkan pantauan palembanginfo.com pada lebaran tahun lalu, umumnya lapangan-lapangan atau masjid-masjid akan ramai dipenuhi jamaah yang akan melaksanakan sholat Id. Bahkan Jembatan Ampera biasanya ditutup sementara sebelum Sholat Id hingga selesai untuk menghindari kemacetan ketika pelaksanaan, karena banyaknya masyarakat dari segala penjuru yang ingin mengerjakan sholat id di Masjid Agung Palembang.

dda05e2584716b5a56bf0a807fc7dd56

Usai mengerjakan Sholat Id, ada beberapa tradisi yang sering dilakukan masyarakat Palembang. Salah satunya yaitu ziarah ke makam keluarga. Para keluarga biasanya datang untuk sekedar membersihkan makam tersebut ataupun berdoa di sekitar makam. Bahkan terlihat TPU yang ada di sekitar Palembang ramai dari pagi hingga sore hari.

kemacetan-di-palembang

Tradisi lainnya adalah rumpak-rumpakan atau dalam bahasa Palembang lebih dikenal dengan ‘sanjo’. Yaitu tradisi silaturahim / kunjung mengunjungi baik ke rumah keluarga, kerabat, tetangga, sahabat ataupun hubungan kerja.Tradisi ini awalnya dilakukan oleh penduduk keturunan Arab yang bermukim di Palembang, namun akhirnya menjadi sebuah tradisi bagi masyarakat Palembang dan dilakukan dihari awal-awal lebaran. Karenanya sudah menjadi hal yang umum di hari-hari tersebut di beberapa titik jalan akan terjadi kemacetan panjang akibat kendaraan masyarakat palembang yang melakukan tradisi ini.

Lalu tradisi lainnya yang tak dilupakan terutama bagi anak-anak kecil dan remaja. Umumnya di beberapa kalangan keluarga ada yang memberikan “Angpau / THR “ bagi anak sendiri, keponakan ataupun anak tetangga. Meskipun uang yang diberikan relatif kecil namun hal ini menjadi penyemangat bagi anak-anak atau remaja untuk bersilaturahim ke rumah kerabatnya.

Ketupat+Hari+Raya

Tak hanya itu, kebiasaan masyarakat Palembang lainnya adalah dengan menyediakan berbagai macam sajian makanan, kue dan minuman. Bahkan ada beberapa jenis makanan yang hanya muncuk ketika lebaran seperti ketupat dan lupak lapek. Umumnya hampir disemua rumah masyarakat Palembang menyediakan pempek dan sejenisnya sebagai menu utama.

kuliner palembang

Sementara kue-kue yang biasanya hanya muncul di saat hari raya atau perayaan lain seperti matsuba dan kue 8 jam pun hingga kue-kue kering seperti kue satu, kue chocholate roll, atau berbagai jenis kacang-kacangan menjadi sajian di beberapa kalangan masyarakat. Makanan ini tak hanya di nikmati bagi keluarga namun juga disajikan ketika kerabat, tetangga, sahabat, ataupun rekan kerja yang datang berkunjung untuk bersilaturahim pada hari lebaran.

Namun diantara kesemua tradisi ataupun kebiasaan masyarakat Palembang ketika hari lebaran, yang lebih penting adalah saling maaf memaafkan diantara umat muslimin terkhusus yang berdomilisi di Palembang serta menciptakan Kota Palembang sebagai kota yang aman dan baik.

Suasana Lebaran di Palembang
Rate this post

users rated 5 / 5 based on 13

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *