Wednesday, October 14, 2026
Info Tempat

Tempat Makan Pindang Tulang Palembang

Menjelajahi Kelezatan Pindang Tulang Palembang: Surga Kuliner yang Wajib Dicoba

Halo, Sobat Kuliner! Kalau kamu lagi main ke Palembang atau sekadar penasaran dengan makanan khas Sumatera Selatan, pasti pernah dengar dong tentang pindang? Nah, kali ini kita bakal bahas salah satu varian pindang yang bikin lidah bergoyang, yaitu Pindang Tulang. Bukan cuma soal rasanya yang segar dan pedas, tapi juga sensasi nyeruput sumsum tulangnya yang gurih banget. Penasaran? Yuk, simak rekomendasi tempat makan pindang tulang Palembang yang wajib masuk daftar kunjunganmu!

Apa Itu Pindang Tulang?

Sebelum ngomongin tempat, kita kenalan dulu sama menu satu ini. Pindang tulang adalah olahan daging sapi atau kerbau yang dimasak dengan bumbu kuning khas Palembang—campuran kunyit, bawang merah, bawang putih, cabai, dan rempah lainnya. Yang bikin beda, bagian tulangnya masih ada, lengkap dengan sumsum di dalamnya. Kuahnya bening kekuningan, asam segar dari belimbing sayur atau asam jawa, dan pedasnya pas. Biasanya disajikan dengan nasi hangat, sambal, dan lalapan. Nikmatnya pol!

Buat yang belum pernah coba, bayangin aja kuah segar yang menghangatkan perut, ditambah daging yang empuk dan sumsum yang lumer di mulut. Hmm, bikin ngiler kan?

Tempat Makan Pindang Tulang Favorit di Palembang

Nah, sekarang kita bahas tempat-tempat yang melegenda. Palembang punya banyak warung atau rumah makan pindang tulang, tapi beberapa di antaranya benar-benar juara. Ini dia rekomendasi dari saya:

1. Pindang Tulang Pak Raden

Ini tempat legendaris banget, udah ada sejak tahun 70-an. Letaknya di kawasan 7 Ulu, dekat Jembatan Ampera. Meski tampilannya sederhana—warung tepi jalan dengan meja kursi ala kadarnya—rasanya nggak bisa diragukan lagi. Porsinya besar, dagingnya empuk, dan kuahnya segar dengan cita rasa asam pedas yang mantap. Yang bikin khas, mereka pakai belimbing sayur asli, bukan asam instan. Harganya ramah di kantong, sekitar Rp20-30 ribu per porsi. Dateng aja pas siang atau sore, karena sering kehabisan kalau malam!

2. Pindang Tulang Arief

Kalau yang satu ini terkenal dengan bumbu yang lebih kaya dan sedikit manis. Lokasinya di Jalan Demang Lebar Daun, cukup strategis. Tempatnya lumayan besar, bersih, dan ber-AC, jadi cocok buat kamu yang pengen makan nyaman. Porsinya juga pas, dagingnya empuk banget, sumsumnya melimpah. Menunya nggak cuma pindang tulang, tapi ada juga pindang tetelan atau iga. Harga sekitar Rp25-35 ribu. Jangan lupa pesan es jeruk atau es teh manis biar makin segar.

3. Pindang Tulang Mbak Tini

Buat yang lagi di daerah Sungai Lumpur atau Plaju, ini pilihan pas. Warung Mbak Tini terkenal dengan kuahnya yang super pedas—cocok buat kamu pecinta sambal! Mereka pakai cabai rawit utuh yang bikin kuah makin nendang. Dagingnya juga nggak alot, tulang-tulangnya besar, jadi sumsumnya banyak banget. Suasananya khas warung pinggir jalan, tapi ramai terus, apalagi jam makan siang. Harganya murah meriah, mulai Rp15 ribu aja udah dapet sepiring penuh.

Tips Menikmati Pindang Tulang

Biar makin puas, ada beberapa tips kecil buat kamu:

1. Pilih tulang besar – Biasanya sumsum lebih banyak di tulang kaki atau iga. Kalau bisa, minta tulang yang ukuran besar supaya dagingnya juga tebal.
2. Seruput sumsumnya dengan hati-hati – Sumsum panas, tapi kalau kena lidah rasanya gurih lumer. Gunakan sendok kecil atau sedotan khusus biar nggak belepotan.
3. Campur sambal dan lalapan – Sambal terasi atau sambal mentah bisa bikin rasa pindang makin kompleks. Lalapan seperti mentimun dan daun kemangi juga menyegarkan.
4. Makan dengan nasi hangat – Pindang tulang paling enak disantap bareng nasi putih yang pulen. Kuahnya juga enak dicampur ke nasi, jadi kayak nasi pindang.
5. Datang lebih awal – Tempat-tempat populer sering cepat habis. Usahakan datang sebelum pukul 12 siang atau setelah pukul 5 sore.

Mengapa Pindang Tulang Begitu Istimewa?

Selain rasanya yang unik, pindang tulang punya sejarah panjang. Dulu, masakan ini biasa disajikan saat acara keluarga besar atau hajatan. Teknik memasaknya perlahan-lahan (slow cooking) bikin kaldu dari tulang keluar sempurna, menghasilkan kuah yang kaya rasa. Ditambah lagi, pindang tulang cocok dimakan kapan saja—hujan, panas, atau lagi kumpul sama teman-teman.

Buat wisatawan yang baru pertama ke Palembang, jangan cuma fokus ke pempek atau model. Santapan pindang tulang ini wajib dicicipi! Rasanya bisa dibilang “gedebak-gedebuk” karena sensasi beragam tekstur dan rasa dalam satu suapan.

Kesimpulan

Palembang memang surga kuliner. Di antara semua hidangan khasnya, pindang tulang punya tempat spesial. Dengan kuah segar, daging empuk, dan sumsum gurih, sajian ini layak jadi prioritas perutmu.

Kalau kamu lagi di Palembang atau sekadar merencanakan liburan ke sana, mampirlah ke tiga tempat di atas. Saya jamin, perutmu akan berterima kasih! Oh iya, jangan lupa ajak teman atau keluarga biar bisa saling berebut sumsum—seru banget!

Selamat mencoba dan semoga lapar kamu terobati. Sampai jumpa di artikel kuliner selanjutnya! 🍖🍚

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.