Sunday, August 23, 2026
Wisata Palembang

Wisata Kuliner Yang Ada Di Palembang

Wisata Kuliner di Palembang: Surga Pecinta Pempek dan Aneka Makanan Khas

Kalau kamu jalan-jalan ke Palembang, pastinya yang pertama terlintas di pikiran adalah pempek. Yup, kota ini memang terkenal banget dengan makanan berbahan dasar ikan dan sagu yang kenyal-kenyal gurih. Tapi tahu nggak, sebenarnya Palembang punya segudang kuliner lain yang nggak kalah menggoda. Yuk, kita kulineran virtual dulu!

Pempek: Sang Raja dari Palembang

Ngomongin Palembang ya pasti ngomongin pempek. Makanan yang bentuknya macam-macam ini—ada lenjer, kapal selam, adaan, kulit, keriting, dan lain-lain—emang juara. Yang paling ikonik sih pempek kapal selam: telur utuh di dalam adonan ikan yang digoreng, terus disiram kuah cuko hitam manis-asam-pedas. Dijamin bikin nagih.

Kamu bisa nemuin pempek di mana aja. Tapi kalau mau yang legendaris, mampir ke Pempek Pak Raden atau Pempek Candy. Harganya terjangkau, rasanya otentik. Tips: jangan lupa minta tambah timun dan mie kuning biar makin mantap.

Mie Celor: Mie Kuah Santan yang Bikin Lupa Diet

Selain pempek, ada mie celor yang wajib kamu coba. Mie kuning tebal disiram kuah santan kental campur kaldu udang, ditambah telur rebus, tahu goreng, dan taburan seledri. Gurih, creamy, dan hangat. Paling enak dinikmati pagi hari atau saat cuaca lagi adem.

Salah satu tempat favorit warga lokal adalah Mie Celor H. Nawi di Jalan Merdeka. Antreannya panjang, tapi sepadan. Saran saya, datanglah sebelum jam 9 pagi kalau nggak mau kehabisan.

Tekwan: Sup Ikan yang Segar dan Lembut

Tekwan mirip pempek tapi disajikan berkuah. Adonan ikan dibentuk bulat-bulat kecil, lalu dimasak dengan kuah udang bening yang gurih. Biasanya ditambah so’un (bihun sagu), jamur, dan taburan bawang goreng. Rasanya ringan, cocok buat yang lagi males makanan berat.

Banyak penjual tekwan di pinggir jalan, tapi kalau mau yang proper, cobain Tekwan Abah atau Tekwan H. Nung. Seporsi kecil aja udah cukup buat ganjal perut.

Model dan Laksan: Varian Pempek yang Berkuah

Nah, kalau kamu bosan sama pempek goreng, coba versi rebusnya: model dan laksan. Model itu pempek yang disajikan dengan kuah bening dan mie kuning, mirip tekwan tapi lebih padat. Laksan malah lebih unik: pempek dipotong-potong, disiram kuah santan kental yang pedas. Biasanya dimakan sama ketupat. Duuuh, perpaduan rasa gurih dan pedasnya juara.

Pindang Patin: Ikan Asam Pedas Khas Palembang

Beralih ke makanan berat yang agak “serius”, ada pindang patin. Ikan patin segar dimasak dengan kuah kuning asam pedas, bumbu rempah khas Sumsel. Rasanya segar karena ada asam jawa dan belimbing sayur. Biasanya disandingkan dengan nasi putih hangat dan sambal.

Untuk mencicipi pindang patin, Rumah Makan Khas Palembang di daerah Bukit Besar bisa jadi pilihan. Suasana lesehan di pinggir sungai bikin makan makin syahdu.

Martabak Palembang: Bukan Martabak Biasa

Martabak versi Palembang juga punya ciri khas. Martabak di sini lebih tebal, isiannya daging cincang, telur, dan daun kari. Biasanya dimakan dengan acar timun dan sambal. Ada dua jenis: HAR (martabak biasa) dan prasmanan (bisa pilih isi sendiri). Warung Martabak HAR di Jalan Tasik udah jadi favorit sejak puluhan tahun.

Kue Tradisional dan Camilan

Nggak lengkap rasanya kalau belum cobain kue-kue khas Palembang seperti bolu kojo (kue bolu pandan legit) dan kue lapis Palembang yang teksturnya kenyal. Kalau suka manis, dodol Palembang dari sagu juga patut dibawa pulang sebagai oleh-oleh.

Tips Wisata Kuliner Palembang

1. Datang pagi: Banyak tempat buka subuh, terutama mie celor dan tekwan. Rasanya lebih segar.
2. Bawa uang tunai: Beberapa lapak kecil belum terima kartu.
3. Jangan malu nanya: Orang Palembang ramah, mereka akan dengan senang hati ngasih rekomendasi.
4. Cari yang berlabel “asli”: Karena pempek palsu banyak beredar, pastikan tempatnya punya reputasi.

Palembang memang nggak sebesar Jakarta atau Surabaya, tapi soal kuliner, kota ini punya pesona yang kuat. Dari yang murah meriah hingga yang mewah, semuanya enak dan bikin kangen. Jadi kapan kamu mau jalan-jalan ke “Bumi Sriwijaya”? Jangan lupa siapkan perut lapang, ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.