Sunday, July 5, 2026
Wisata Palembang

Wisata Palembang Kuliner

Wisata Palembang: Surga Kuliner yang Bikin Nagih

Kalau bicara soal Palembang, pasti yang langsung terlintas di kepala adalah Jembatan Ampera yang ikonik. Tapi jangan salah, kota ini juga punya pesona lain yang nggak kalah menggoda: kulinernya! Buat kamu yang doyan makan, Palembang tuh kayak surga dunia. Dari pagi sampai malam, perut kamu dijamin bakal terisi penuh dengan cita rasa yang unik dan otentik.

Pempek: Si Legendaris yang Nggak Pernah Gagal

Ya, siapa sih yang nggak kenal pempek? Makanan berbahan dasar ikan dan sagu ini udah jadi duta besar kuliner Palembang. Begitu nyamperin Palembang, wangi cuko (kuah asam pedas manis khas pempek) langsung nyenggol hidung. Rasanya? Wuih, bikin nagih!

Yang seru, pempek itu punya banyak “saudara”. Ada pempek kapal selam yang gedenya minta ampun, ada lenjer yang panjang gampang dipotong, ada adaan yang garing di luar lembut di dalem, dan masih banyak lagi. Tips dari gue: pas lagi ke Palembang, cobain pempek langsung di tempat-tempat legendaris kayak Pempek 27 atau Pempek Siti. Dijamin beda sama pempek di luar kota yang kadang kurang greget. Sensasi makannya makin afdol kalau ditemani irisan timun dan mie kuning—biasanya ini paket komplit yang bikin kenyang seharian.

Tekwan: Sup Ikan yang Menenangkan Jiwa

Udah capek jalan-jalan naik perahu di Sungai Musi atau muterin Benteng Kuto Besak? Mending istirahat dulu sambil nyeruput tekwan. Tekwan itu mirip pempek versi sup. Bola-bola ikan kecil yang kenyal, dimasak dengan kuah udang yang bening tapi gurih banget. Ditambah so’un (soun), jamur kuping, dan taburan bawang goreng, rasanya tuh auto bikin adem.

Buat yang nggak suka pedas banget, tekwan jadi pilihan pas. Apalagi pas musim hujan, semangkuk tekwan hangat bisa bikin mood balik 180 derajat. Di Palembang, kamu bisa nemuin tekwan di banyak tempat, baik di pinggir jalan maupun di restoran. Yang paling hits biasanya yang porsinya jumbo, isinya penuh bola ikan.

Model: Kakak dari Tekwan

Kalau tekwan pake bola ikan kecil-kecil, model hadir dengan porsi yang lebih “berisi”. Model itu semacam bakso ikan raksasa yang disajikan dengan kuah mirip tekwan. Bedanya, model biasanya didampingi irisan tahu dan mie kuning. Saking gede dan padatnya, satu mangkuk model udah bisa bikin perut kenyang seharian. Rasanya kenyal, gurih, dan kaldunya nendang.

Menurut gue, buat yang baru pertama kali ke Palembang, model wajib dicoba. Apalagi kalau beli di penjual yang udah legendaris, misalnya di kawasan 26 Ilir. Teksturnya padat tapi lembut, bikin nagih terus.

Pindang Patin: Ikan Kuah Kuning yang Bikin Makan Nambah

Setelah puas dengan camilan dan snack khas Palembang, saatnya menyantap hidangan berat. Pindang patin adalah jawaranya. Ikan patin dimasak dengan kuah kuning yang asam pedas, kaya akan rempah-rempah kayu manis, serai, dan asam kandis. Wanginya semerbak, bikin air liur nggak berhenti keluar.

Biasanya pindang patin disajikan dengan nasi hangat dan sambal terasi. Daging ikan patinnya lembut banget, hampir kayak mentega, dan kuahnya begitu segar. Cocok banget buat kamu yang suka sensasi pedas-asam yang ringan di lidah. Jangan lupa cobain juga pindang tulang atau pindang tetelan—bagian tulang dan dagingnya juga nggak kalah enak.

Mie Celor: Mie Berkuah Santan yang Unik

Ngomongin Palembang, rasanya kurang afdol tanpa mie celor. Mie kuning tebal yang direbus sebentar, lalu disiram kuah santan kental yang gurih, ditambah udang besar dan telur rebus. Taburan seledri dan bawang goreng bikin tampilannya menggoda. Dibandingkan mie ayam, mie celor punya cita rasa yang lebih creamy dan kaya.

Tempat yang terkenal banget adalah Mie Celor 26 Ilir. Antreannya panjang, tapi begitu nyobain, kamu bakal ngerti kenapa orang rela ngantre. Kuahnya pekat, mie-nya kenyal, udangnya fresh banget. Ditambah sambal yang pedas, wah, perpaduan mantap!

Burgo: Lontong Khas Palembang yang Unik

Terakhir, jangan lupa cobain burgo. Ini adalah lontong atau ketupat yang disiram kuah santan kental dengan potongan telur rebus dan abon. Bentuknya mirip lontong sayur, tapi rasanya lebih gurih karena pakai santan kental. Biasanya juga ditambah sambal dan kecap manis.

Burgo enak dinikmati waktu sarapan. Tekstur lontongnya empuk, kuahnya creamy, dan abonnya ngasih asin-asin gurih. Murah meriah, tapi bikin hati tenang.

Tips Wisata Kuliner di Palembang

Buat kamu yang baru pertama kali mau berburu kuliner di Palembang, beberapa tips ini mungkin berguna:

1. Datang pagi-pagi buat sarapan burgo atau tekwan. Suasana pagi di Palembang sejuk, enak buat jalan.
2. Jangan lupa bawa uang tunai. Banyak penjual kaki lima yang belum nerima e-wallet.
3. Siapin perut ekstra. Porsi makanan di Palembang biasanya jumbo.
4. Cari rekomendasi lokal. Tanya sama warga sekitar tempat mana yang paling enak. Biasanya jawabannya jujur banget.
5. Coba sambal sesuai selera. Kebanyakan sambal di Palembang pedasnya pas, tapi kalau nggak kuat, minta sedikit dulu.

Pokoknya, Palembang itu destinasi yang lengkap. Selain bisa foto-foto di Ampera atau naik perahu di Sungai Musi, kamu juga bisa berpesta kuliner nggak ada habisnya. Mulai dari pempek yang udah mendunia, sampai pindang patin yang bikin kangen.

Jadi, kapan kamu mau jalan-jalan ke Palembang? Jangan lupa ajak perut lapangan, ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.