Wisata Tersembunyi Palembang
5 Surga Tersembunyi di Palembang yang Jarang Diketahui Turis
Kalau ngomongin Palembang, yang langsung keingetan pasti Jembatan Ampera, Pempek, atau Benteng Kuto Besak. Padahal, kota pempek ini punya banyak spot wisata keren yang jarang dijamah orang. Buat kamu yang suka exploring tempat baru dan anti mainstream, berikut rekomendasi wisata tersembunyi di Palembang yang bikin liburanmu makin berkesan!
1. Kampung Arab Al-Munawar: Nuansa Timur Tengah di Tengah Palembang
Terselip di kawasan 13 Ulu, ada sebuah kampung yang suasananya seperti di Arab Saudi. Namanya Kampung Arab Al-Munawar. Di sini, kamu bisa menemukan rumah-rumah tua bergaya arsitektur Timur Tengah dengan ukiran kaligrafi yang cantik. Jalan-jalannya sempit dan asri, bikin kamu serasa lagi jalan-jalan di kampung tua di Yaman atau Hadramaut.
Yang bikin unik, warga di sini masih sangat kental dengan adat istiadat Arab. Kamu bisa mampir ke museum kecil yang menyimpan sejarah kedatangan orang-orang Arab ke Palembang. Jangan lupa senyum dan sapa ramah sama warga lokal, mereka sangat welcome kok!
Tips: Datang pagi hari biar udara sejuk, siapkan kamera karena spot fotonya Instagramable banget.
2. Air Terjun Tanjung Batu: Segarnya Alam di Pinggiran Kota
Siapa sangka, di pinggiran Palembang ada air terjun mini yang segar banget? Yup, Air Terjun Tanjung Batu terletak di Kecamatan Gandus, sekitar 30 menit dari pusat kota. Tempat ini masih alami, belum banyak tersentuh pembangunan. Airnya jernih, mengalir di antara bebatuan, dan suasananya tenang.
Di sini kamu bisa bermain air, piknik, atau sekadar duduk-duduk menikmati semilir angin. Karena belum terlalu populer, pengunjungnya masih sepi. Cocok banget buat kamu yang capek dengan keramaian kota. Jangan lupa bawa bekal sendiri ya, karena minim warung di lokasi.
Tips: Akses jalannya sedikit rusak, pakai motor atau mobil ground clearance tinggi lebih aman.
3. Hutan Mangrove Sungsang: Ekowisata yang Memesona
Kalau kamu suka wisata alam dan edukasi, Hutan Mangrove Sungsang di pesisir timur Palembang adalah jawabannya. Tempat ini jarang dilirik turis karena agak jauh (sekitar 2 jam perjalanan darat). Tapi begitu sampai, kamu akan disuguhi pemandangan hutan bakau yang hijau, jembatan kayu yang membelah sungai, dan udara segar khas pesisir.
Di sini kamu bisa naik perahu menyusuri sungai kecil, melihat satwa seperti monyet, burung, dan kepiting bakau. Ada juga menara pandang yang bisa kamu naiki untuk melihat hamparan hutan dari ketinggian. Cocok untuk healing sambil belajar tentang ekosistem mangrove.
Tips: Bawa obat anti nyamuk, dan datang saat air laut surut biar bisa jalan-jalan di dasar lumpur.
4. Pulau Payung: Surga Kecil di Tengah Sungai Musi
Ngomongin Sungai Musi, ternyata ada pulau kecil yang tersembunyi di tengahnya, lho. Namanya Pulau Payung. Letaknya tidak jauh dari Jembatan Ampera, tapi banyak orang yang tidak tahu. Untuk ke sini, kamu harus naik perahu motor dari dermaga 16 Ilir. Perjalanan hanya 15 menit.
Pulau ini masih asri, dengan pepohonan rindang dan pasir putih (meski agak campur lumpur). Ada beberapa warung kecil yang jual makanan dan minuman. Tempat ini cocok buat gathering kecil, camping, atau sekadar menikmati sunset yang indah. Karena tidak banyak pengunjung, suasananya sangat tenang.
Tips: Bawa tikar dan makanan ringan, nikmati pemandangan kapal-kapal yang lalu lalang di Sungai Musi.
5. Museum Sultan Mahmud Badaruddin II: Sejarah yang Terlupakan
Mungkin kamu pikir museum itu membosankan, tapi Museum Sultan Mahmud Badaruddin II di kawasan 1 Ilir ini adalah hidden gem yang sayang dilewatkan. Bangunannya adalah bekas rumah dinas residen Belanda, arsitekturnya bergaya Eropa klasik. Di dalamnya ada koleksi sejarah Kesultanan Palembang, termasuk senjata, pakaian adat, dan prasasti kuno.
Yang bikin unik, museum ini jarang ramai. Kamu bisa leluasa berfoto dan membaca sejarah tanpa desak-desakan. Tiket
